Pages

Selasa, 01 November 2011

Upaya Mengatasi Krisis Jati Diri KI


Krisis jati diri tampaknya tidak hanya terjadi pada manusia saja namun juga pada suatu lembaga contohnya adalah yang apa yang terjadi pada our beloved department KI (Kependidikan Islam). Jurusan KI merupakan salah satu jurusan di Fakultas Tarbiayah & Keguruan Yogyakarta, yang mulai menerima mahasiswa pada Tahun Akademik 1995/1996. Pada tahun 1999, keberadaan Jurusan Kependidikan Islam ini dikuatkan dengan Surat Keputusan Direktorat Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. E/58/1999 tertanggal 25 Maret 1999 tentang penyelenggaraan Jurusan Kependidikan Islam. Sudah 15 Tahun KI berdiri dan telah banyak mencetak guru-guru agama. Masalah yang muncul sekarang adalah ketika KI dihadapkan dengan masalah "Krisis jati diri". Tujuan didirikannya KI sejak awal adalah untuk mencetak guru yang memiliki nilai plus dibanding PAI, yakni selain sebagai tenaga pengajar juga diharapkan mampu menjadi pengelola pendidikan. Akan tetapi pada implementasinya  apa yang dicita-citakan tidak bersinergi dengan realitanya. Hal itu bisa dilihat dari penyebaran matakuliah KI dalam Kurikulum inti. lalu bagaimana solusi untuk mengembalikan jati diri KI ?

REDESIGNED CURRICULUM
Jika memang KI ingin mencetak lulusan guru yang memiliki kompetensi lebih dibanding PAI yaitu sebagai pengelola pendidikan, maka sebaran mata kuliah yang berkaitan dengan pengelolaan lembaga pendidikan harus lebih ditonjolkan sebut saja, Pengantar Ilmu Manajemen, Manajemen Pendidikan, Manajemen Lembaga Pendidikan, Administrasi Supervisi Pendidikan, Pengembagan Evaluasi Pendidikan, Desain Pembelajaran, dan Pemikiran Pendidikan, haruslah ditambah beban SKS nya. Sedangkan mata kuliah seperti bahasa arab I dan II, bahasa inggris I dan II, dan Tafsir Ayat tarbawi beban SKS nya bisa dikurangi untuk kemudian dialihkan ke mata kuliah-kuliah yang konsen kepada Pengelolaan Pendidikan, karena mata kuliah yang menyita beban SKS banyak seperti bahasa inggris dan bahasa arab sebenarnya hanyalah bersifat pengulangan saja untuk yang berasal dari madrasah, sedangkan bagi mereka yang berasal dari SMA untuk mata kuliah Bahasa Arab mendapatkan mata kuliah tambahan dari Pusat Bahasa yang mana beban SKS nya tidak masuk dalam kurikulum Fakultas. Sehingga dengan begitu KI bisa lebih concern untuk membentuk lulusan yang berkompoten dibidang manajemen dan pengelolaan lembaga pendidikan, walaupun pada kenyataannya PAI juga mengajarkan Administrasi Pendidikan dan Manajemen Pendidikan akan tetapi jika dilihat dari beban SKS maka KI akan lebih bisa spesifik lagi.
Diambil dari Buku Panduan Akademik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Tahun 2010

Diambil dari Buku Panduan Akademik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Tahun 2010


CONCENTRATED COURSE

Langkah selanjutnya untuk mengembalikan jati diri KI bisa dengan cara membuat mata kuliah konsentrasi. Mata kuliah konsetrasi adalah mata kuliah wajib yang sifatnya pilihan. Jika di tarbiyah, untuk jurusan KI menyediakan 8 mata kuliah wajib pilihan dengan total beban SKS 18 yang masing-masing mata kuliah berbobot 2 SKS, yang wajib diambil oleh mahasiswa adalah sebesar 10 SKS. Mata kuliah pilihan tersebut terdiri dari :
  1. Pengembangan Seni dan Budaya Islam
  2. Ilmu Komunikasi
  3. Pendidikan Multikultural
  4. Etika Pendidikan Islam
  5. Antropologi dan Sosiologi Pendidikan
  6. Menejemen Perpustakaan
  7. Psikologi Islam
  8. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia
Ketika kita mengamati daftar mata kuliah pilihan yang ditawarkan diatas agaknya sedikit rancu ketika kita melihat tujuan awal dari didirikannya KI, Karena dari ke 8 mata kuliah yang ditawarkan tidak ada satupun yang menjurus pada Kompetensi Pengelola Lembaga Pendidikan Islam. Memang hal ini sangatlah disayangkan, untuk itu sosulusi yang bisa diambil adalah dengan merubah mata kuliah pilihan yang ditawarkan dengan mata kuliah konsentrasi yang merujuk pada Kompentsi Pengelola Lembaga Pendidikan. Misal dari mata kuliah inti Manajemen Pendidikan bisa dipecah lagi menjadi beberapa mata kuliah pilihan seperti, Menejemen Organisasi pendidikan, Manajemen Sarana dan Prasarana atau manajemen pembiayaan. Kemudian untuk mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan dan Pemikiran Pendidikan bisa di pecah lagi menjadi beberapa mata kuliah yang relevan dengan Kompetensi Jurusan Kependidikan Islam. Sehingga dengan demikian output dari KI tidak hanya matang dari segi ilmu pendidikan agama islam saja melainkan unggul dalam praksis ilmu kependidikan.

RETITLED DEPARTMENT

Sebagai konklusi dalam upaya mengembalikan jati diri KI adalah dengan menganti nama jurusan yang semula Kependidikan Islam menjadi lebih spesifik lagi misal jika di UIN Syarif Hidayatullah jurusan KI mendapat tittle tambahan Manajemen Kependidikan Islam maka untuk KI di UIN Sunan Kalijaga kenapa tidak dilakukan dengan hal yang sama dengan menambah tittle tambahan di belakang nama KI sesuai kompetensi awal dari pembentukan jurusan Kependidikan Islam yaitu sebagai Pengelola Kependidikan Islam, mungkin sebagai contoh bisa ditambah tittle Manajemen dan Supervisi Kependidikan Islam. Sehingga nama KI yang semula terdengar ambiguous jika disandingkan dengan PAI setelah mendapat tittle tambahan yang lebih spesifik kepada Kompetensi awal dari pembentukan KI akan jelas dimana posisinya. Dengan begitu diharapkan masalah "Krisis Jati Diri" yang dialami KI bisa terpecahkan sehingga KI memiliki tempat untuk berlabuh yang jelas yaitu sebagai Pengelola Lembaga Pendidikan Islam.

2 komentar:

ali zakariya mengatakan...

sudah saya folback...
oh iya mas imam kalo bisa follownya di google ya..

terima kasih sudah mampir....

imam hadi kusuma mengatakan...

ya sama-sama

Posting Komentar